Oleh: kendalisodo | 28 April 2009

HARI JUANG KARTIKA TNI AD, AKHIR DAN PROSES PENCARIAN JATI DIRI

parade juang kartikaTNI Matra Laut dan Udara telah lebih dulu memiliki hari khusus untuk angkatannya. TNI Matra Darat juga perlu memiliki hari khusus sebagai ciri khasnya. Pertempuran Ambarawa yang heroistis kemudian dijadikan sebagai hari Angkatan Darat.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) terdiri atas Matra Darat, Matra Laut, dan Matra Udara. TNI Matra Laut mempunyai hari khusus yang disebut Hari Armada TNI AL yang diperingati setiap 5 Desember. Sedangkan TNI Matra Udara hari khususnya disebut Hari Bhakti TNI AU, diperingati setiap 29 Juli.
Sampai tahun 1998, TNI Matra Darat atau TNI AD belum memiliki hari khusus, kecuali hari kecabangan atau korps dalam TNI AD yang telah ada. Sedangkan hari TNI (dulu: ABRI) ditetapkan tanggal 5 Oktober.

Hari khusus bagi TNI AD sangat diperlukan sebagai wahana untuk melestarikan nilai-nilai kejuangan yang telah dimiliki dan dilaksanakan oleh TNI AD. Untuk itu perlu dipilih peristiwa bersejarah yang menggambarkan kebanggaan, kehormatan dan keteladanan serta peringatan monumental yang dapat dipakai oleh seluruh prajurit TNI AD, sebagai sumber kekuatan motivasi dalam setiap pelaksanaan tugas serta tonggak yang memberikan inspirasi bagi upaya memajukan TNI AD.
Untuk merealisasikan hal tersebut, pihak TNI AD telah melakukan pengkajian mendalam berbagai peristiwa peperangan yang heroik. Setelah melalui kajian mendalam, akhirnya dipilih peristiwa Palagan Ambarawa tanggal 15 Desember 1945 sebagai Hari TNI AD dengan sebutan Hari Juang Kartika TNI AD.
Penetapan Hari Juang Kartika sebagai Hari TNI AD dikukuhkan melalui Surat Keputusan Kasad Nomor : Skep/662/XII/1999 tanggal 14 Desember 1999.
Pengukuhan Hari Juang Kartika TNI AD yang mengabadikan peristiwa heroik Palagan Ambarawa ini didasarkan atas pertimbangan, bahwa ditinjau dari segi politis dan strategis mempunyai nilai tertinggi.
Dari segi politis, TNI AD yang melibatkan hampir seluruh unsurnya dengan senjata dan peralatan seadanya, memenangkan pertempuran melawan tentara sekutu yang terdiri atas beberapa negara dengan persenjataan modern.
Dari segi strategis, meskipun pada waktu itu organisasi militer formal belum terbentuk dengan baik, namun Palagan Ambarawa termasuk suatu operasi militer yang berhasil sejak Proklamasi. Hal ini dapat diketahui dari jumlah serta jenis satuan yang dilibatkan dalam pertempuran, tokoh-tokoh yang ikut berperan dalam memimpin satuannya masing-masing.
Palagan Ambarawa juga melahirkan seorang panglima perang yang gagah berani, yaitu Panglima Besar Jenderal Soedirman yang kemudian diabadikan menjadi Bapak TNI, di samping tokoh-tokoh lainnya yang ikut berperan dalam palagan tersebut.
Kepemimpinan, keteladanan dan totalitas jiwa kejuangan Jenderal Soedirman telah memberikan inspirasi kepada seluruh bangsa Indonesia dalam menatap dan menapak masa depan yang penuh tantangan.
Keteladanan itu antara lain : sikap kesatria, rela berkorban, berjuang tanpa pamrih, keteguhan dalam ucapan dan tindakan, keberadaan dan kebersamaan dengan prajurit, serta kemanunggalan yang hakiki bersama rakyat telah menjadi corak dan kepribadian TNI.

About these ads

Responses

  1. IJIN GABUNG DARI ANAK AKMIL 2003/2008


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: