Pertempuran Ambarawa berlangsung empat hari, dari 13-15 Desember 1945. Semangat juang pasukan TKR menjadi penentu kemenangan dalam melawan musuh.
Awal Pertempuran
Perjuangan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin Jenderal Soedirman pada pertengahan Desember 1945, membuat tentara sekutu terjepit dan akhirnya mundur dari Ambarawa menuju Semarang. Walaupun dihadang dengan seluruh kekuatan persenjataan modern serta kemampuan taktik dan strategi sekutu, para pejuang RI tak pernah gentar sedikitpun. Mereka melancarkan serangan dengan gigih seraya melakukan pengepungan ketat di semua penjuru kota Ambarawa. Dengan gerakan pengepungan rangkap ini sekutu benar-benar terkurung dan kewalahan.
Jenderal Soedirman sebagai pemimpin pasukan menegaskan perlunya mengusir tentara sekutu dan Ambarawa secepat mungkin. Sebab sekutu akan menjadikan Ambarawa sebagai basis kekuatan untuk merebut Jawa Tengah. Dengan semboyan “Rawe-rawe rantas malang-malang putung, patah tumbuh hilang berganti”, pasukan TKR memiliki tekad bulat membebaskan Ambarawa atau dengan pilihan lain gugur di pangkuan ibu pertiwi.
Peristiwa Pertempuran Ambarawa
Serangan pembebasan Ambarawa yang berlangsung selama empat hari empat malam dilancarkan dengan penuh semangat pantang mundur. Dari tanggal 12 hingga 15 Desember 1945, para pejuang tidak menghiraukan desingan-desingan peluru maut dan lawan.
Letusan tembakan sebagai isyarat dimulainya serangan umum pembebasan Ambarawa, terdengar tepat pukul 04.30 WIB pada 12 Desember 1945. Pejuang yang telah bersiap-siap di seluruh penjuru Ambarawa mulai merayap mendekati sasaran yang telah ditentukan, dengan siasat penyerangan mendadak secara serentak di segala sektor. Seketika, dan segala penjuru Ambarawa penuh suara riuh desingan peluru, dentuman meriam, dan ledakan granat. Serangan dadakan tersebut diikuti serangan balasan musuh yang kalang kabut.
Akhir pertempuran
Sekitar pukul 16.00 WIB, TKR berhasil menguasai Jalan Raya Ambarawa Semarang, dan pengepungan musuh dalam kota Ambarawa berjalan dengan sempurna. Terjadilah pertempuran jarak dekat. Musuh mulai mundur pada 14 Desember 1945. Persediaan logistik maupun amunisi musuh sudah jauh berkurang.
Akhirnya, pasukan sekutu mundur dan Ambarawa sambil melancarkan aksi bumi hangus pada 15 Desember 1945, pukul 17.30 WIB. Pertempuran berakhir dengan kemenangan gemilang pada pihak TKR. Pasukan TKR berhasil merebut benteng pertahanan sekutu yang tangguh. Kemenangan pertempuran Ambarawa pada 15 Desember 1945. Keberhasilan Panglima Besar Jenderal Soedirman ini kemudian diabadikan dalam bentuk monumen Palagan Ambarawa. TNI AD memperingati tanggal tersebut setiap tahun sebagai Hari Infanteri.





good ddddd
Oleh: BUDI RAHAYU on 31 Agustus 2009
at 1:43 pm
resum na krang mendetail pda proses prtmpuran ambarawa
Oleh: giE_thA on 5 September 2009
at 9:20 am
gooooood
Oleh: vy2 on 8 Oktober 2009
at 10:16 pm
gg ada prjanjian’a yy.. ??
Oleh: Martsadeva on 10 Oktober 2009
at 10:10 am
is the best
Oleh: anggy^^ on 7 November 2009
at 1:55 pm
siapa nama penulisnya, kapan tahun terbitnya, apa judul bukunya, di kota apa terbitnya .dan siapa penerbitnya……??????
Oleh: adhar on 13 November 2009
at 10:41 pm
Wah, ini isinya beran gk??? klo gk gmna respone>>>>
Oleh: Widis™ on 15 April 2010
at 6:18 pm
Isinya Beneran gk???
Oleh: Widis™ on 15 April 2010
at 6:18 pm
ada yang lebih detail ga?
Oleh: nisa on 16 April 2010
at 10:05 pm
GGGGGGGOOOOOOOOOODDDDDDDDD,TNI INDONESIA MEMANG IS THE BEST
Oleh: CAHYA on 18 April 2010
at 8:02 pm
.acik. . .
.q jd bsa ngerjain tgas sjrh. . .
Oleh: anggie_pooh on 20 Mei 2010
at 5:27 pm
Mksh…membantu bgt buatku yg lg bantu anakku selesaikan tugas.
Oleh: Nurhayati on 29 Mei 2010
at 3:12 pm
aku g pusing nyari tugas tentang pertempuran lima hari di serang dan pertempurandi ambarawak
gimana nih>>>?????????????
Oleh: aulia on 4 Agustus 2010
at 2:00 pm
kurang lengkap!!!!!!!!!!!
petanya mana?????????
Oleh: mr. x on 27 Agustus 2010
at 2:36 pm
thanks yeach karna ada jaringan internet saya lebih mudah untuk mencari tugas yang diberikan oleh guruku dan saya rasa anak INDONESIA akan lebih menggunakan layanan internet untuk kebaikan pembelajaran, dan bukan untuk menjadikan situs yang BUKAN,.,.,.,BUKAN.,.,.,.,.,
OK,.,.,.,.,.,!!!!!!!!!!!!!!!!
Oleh: jendry marthin simbawa on 8 September 2010
at 3:42 pm
GAK PELU PERANG
Oleh: BAMBANG on 29 September 2010
at 11:19 am
Merdeka!!!!!!!!!!!!!
Rasanya seru banget pas baca gimana perjuangan rakyat kita melawan penjajah.
Sekali lagi, MERDEKA!!!!!!
n’ thanx infonya
Oleh: Ari Sudewa on 11 November 2010
at 7:19 pm
terima kasih mbah kakong terima kasih pr pejuang…… darahmu & jiwa ragamu sgt brart bt pr cucu2mu…… perjuanganmu melawan penjajah patut mendapat jempol 5. dr cucumu ch Tanjung Sari
Oleh: Lusyfer on 11 Desember 2010
at 12:59 am
good
Oleh: crist on 28 Januari 2011
at 7:10 pm
krang banget sihc
Oleh: livia on 6 April 2011
at 3:47 pm
krang banget sihc
Oleh: livia on 6 April 2011
at 3:47 pm
Cocok……
Oleh: Anymous on 11 Mei 2011
at 9:55 am
siapa tokoh-tokoh yang muncul..
Oleh: mulyawenni on 20 Oktober 2011
at 3:53 pm
woi
Oleh: dalan on 25 Oktober 2011
at 12:19 am
Mantap perjuangan indonesia
Oleh: Hadi on 26 Oktober 2011
at 12:23 pm
Good,tapi kok gak lengkap
Oleh: Supri on 2 Januari 2012
at 5:40 pm
Mantap
Oleh: Gide on 9 Januari 2012
at 7:38 pm
saya minta lebih luas dan jelas pelakunya
Oleh: enjelode on 14 Maret 2012
at 9:20 pm
dulu tentara untuk rakyat.skrang tentara untuk jabatan
Oleh: anto on 22 Maret 2012
at 8:37 pm
Itu isinya beneran, berkali-kali saya baca kisah itu dari Buku Rumpun Diponegoro punya (alm) ayah saya. Beliau purnawirawan AD. Hanya saja memang kalau dibuat sedetail mungkin, akan sangat panjang. Penulis meringkasnya sedemikian rupa sehingga semangatnya tetap ada. Yang kurang misalnya peran dan gugurnya Letkol Isdiman, dukungan untuk TKR dari lapangan terbang Maguwo dll. Tapi di luar segala kekuangan yang masih ada, Jempol untuk penulis artikel ini. Anak-anak sekarang sudah ga apal lagu-lagu wajib, tapi fasih dgn lagu-lagu pop. Bagaimana jika mereka nantinya juga ga ngerti sejarah bangsanya?
Oleh: Wowok on 4 April 2012
at 5:17 pm
perangnya menggunakan taktik perang apa
Oleh: Muhammad Taufik on 12 April 2012
at 11:42 am
perangnya taktik gerilya bukan?
Oleh: maria on 16 April 2012
at 6:36 pm
sip lahk
Oleh: surya on 17 April 2012
at 3:45 pm
excelent
Oleh: abil on 3 Mei 2012
at 2:24 pm
jenderal soedirman keren
Oleh: abil on 3 Mei 2012
at 2:26 pm
bukan keren lagii..
Oleh: Husfat Sifa on 9 Mei 2012
at 11:43 am
pemimpin dalam pertempuran ambarwa, pihak TKR dipimpin siapa sichhh??
Oleh: Chebol IWWHH... (@ChebolAyaners) on 14 Mei 2012
at 5:33 pm
kurang lenkapp mendingan dilengkapin deh………………
Oleh: clara lioe on 20 Mei 2012
at 4:09 pm
makasi informasinya
Oleh: riefty_septy on 16 Juli 2012
at 7:02 pm
Perlu memberi tahu terhadap generasi penerus ! Jangan cuma berkoar-koar yg hanya bisanya menuding para Pejuang / TNI AD / AL / AU !!! Itulah Tentara kita berani melawan sekutu denga senjata apa adanya, yg adanya didalam jiwa semangat & berkorban tanpa pamrih ! Tanpa adanya persatuan & kesatuan tidak mungkin INdonesia seperti ini yg di tebus dengan darah & rela berkorban demi Ibu Pertiwi / NKRI.
Oleh: AUGUST. PURWANTO. on 24 Juli 2012
at 11:43 am
[...] disekitar Jakarta, Pertempuran Ambarawa, Pertempuran Surabaya, Bandung Lautan api, Medan Area, Puputan Margarana, Peristiwa Merah Putih [...]
Oleh: Materi 2 Kelas XII IPS ( menegakkan proklamasi kemerdekaan ) « wayansumendra on 8 Agustus 2012
at 11:48 pm
kayaknya isinya ada yang salah
Oleh: makaka asita on 13 Agustus 2012
at 4:22 pm
maaf mas kakek saya USMAN SLAMET/USMAN PUGER ikut menjadi pelaku langsung pertempuran tersebut,beliau juga yang membikin sekolah tentara di bantir sumowono bersama gatot subroto tapi karena fitnah dari seseorang beliau menjadi terhapus dari sejarah,kalau mas punya berita/sesuatu cerita tentang beliau mohon dengan sangat berbagi dengan saya terima kasih sebelumnya…
Oleh: bagus sofianto on 21 November 2012
at 7:04 pm
letnan kolonel isdiman mati kan sama perangnya 35 harikan?
Oleh: asad13 on 27 Januari 2013
at 9:23 pm