Oleh: kendalisodo | 13 Februari 2009

SAYONARA

Barangkali ini peristiwa kegembiraan puncak yang terakhir hadir. Keriangan yang direncanakan mendesak dan tegas-tegas menyeruak.
Tanpa terasa telah tiga tahun.Jarum jam senantiasa bergerak,dengan rapi menyimpan detak. Dan kita (kami+kamu) : Terhenyak !

Senja lepas,burung-burung bakal terbang pulang. Sejenak beristirahat untuk mengembara lagi menyonsong esok berpagi merah.
Ada senandung gelisah merayapi dinding-dinding hati. Kita bakal berpisah,menjarak diri. Hmm, benarkah setelah ini : Sunyi ?
Mulutku mengatup,mengenangkan sebagian kisah hidup.
Diam-diam kutindih kecewaku.
Dengan rela kusembayangi getar batinku.
Ya, kenapa mesti kuterima warna kelabu, jika yang kau kirimkan ungu ?

Dari gerbang kampus kulambaikan salam.
Salam hangatnya rindu yang dengan tulus akan mengikuti kepergianmu.
Salam yang dulu perna kita untai bersama
Sayonara bagi Rakanda dan ayunda.
Percayalah : Ada luka dibalik tumpukan doa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: