Oleh: kendalisodo | 17 Maret 2009

RENUNGAN SIKAP MENTAL

bellaartis• Sikap mental positif adalah produk dari pikiran positif. Pikiran positif adalah produk dari hati nurani yang jernih, dan merupakan landasan awal dari keberhasilan. Sikap mental kita menentukan reaksi kita terhadap situasia apa saja yang diahadapkan kepada kita. Apakah tindakan kita itu mendukung atau menolak, konstruksi atau desktruktif, setuju atau tidak setuju semuanya ditentukan oleh sikap mental kita.

• Sikap mental negatif cenderung mendorong perbuatan yang tidak terpuji dan sesat, kebanyakan berawal dari pikiran yang penuh dengan kecemasan. Orang itu pasti tidak mampu menolak godaan setan, lalu brpendapat seolah-olah itulah jalan satu-satunya yang harus ditempuh. Padahal di dalam kehidupan ini banyak jalan yang baik, disediakan oleh alam untuk kita pilih.

• Keserakahan membuat orang mengorbankan harga dirinya, karena egoisme dan nafsu menguasai materi yang sangat mendominasi pikirannya. Keserakahan membuat orang menjadi tega hati menyengsarakan orang lain bahkan saudara sendiri. Kesengsaran yang dialami bangsa Indonesia sejak tahun 1997 juga akibat keserakahan orang-orang yang korup dan tidak punya rasa malu, yang mereka lakukan bertahun-tahun sebelumnya.

• Semua yang kita miliki di dunia ini hanyalah bersifat pinjaman sementara dari alam ini dan kehidupan kita sebagai manuasia hanyalah sarana untuk mencapai keabadian di akhirat. Jadi tidak usah serakah dan takabur sewenang-wenang bila sedang berkuasa ataupun sedang memperoleh sukses, karena siapa mengambil banyak harus membayar lipatan kali lebih banyak, apapun itu dan siapapun orangnya.

• Bersabarlah dan renungkan secara damai dan tenang apabila sedang berkuasa atau menghadapi masalah. Represinya hanya dilakukan apabila Negara dalm bahaya dan darurat.

• Kita hendaknya dapat mengendalikan emosi, bukan kita malah diperbudak olehnya. Apabila kebencian dibalas dengan kebencian, maka tiada akhirnya (HAMLET). Kebencian akan berakhir dengan sendirinya secara alami bila dibalas dengan kasih sayang dan dilupakan. Cobalah anda buktikan sendiri: bila anda dibenci orang. Tetapi anda justru memancarkan simpati anda kepada orang tersebut, maka kebencian akan mundur dan lenyap.

• Kita harus bias membedakan antara curiga dan waspada. Curiga bersifat negatif, karena orientasinya terhadap orang lain; sedangkan waspada bersifat positif, kerena orientasinya kedalam diri sendiri. Orang yang waspada, adalah orang yang menghindari perbuatan buruk terhadap orang lain dan juga dari orang lain dalam waktu bersamaan

• Berpikir positi merupakan cara yang paling menentukan dalam menentukan keberhasilan hidup. Melaluli pengarahan hati nurani, maka pikiran kita akan mampu menyediakan berbagai alternatif tindakan untuk mencapai sukses. Setiap orang sukses tentunya telah terbiasa berpikiran positif, sehingga mereka sudah siap dengan ide-ide kreasi untuk mengambil prakasa yang menghasilkan sukses. Oleh karna itu binalah pikiran kita agar selalu positif.

• Hendaklah kita selalu sadar dan berani menolak ajakan dari orang jahil. Marilah kita belajar untuk berpikir dua atau tiga kali terlebih dahulu, sebelum berbuat kejahilan dan kejahatan untuk memusuhi dan merusak tempat ibadah dari mereka yang berbeda agamanya. Perbuatan yang mengatasnamakan agama, Yang belakangan ini sering kali terjadi sebenarnya adalah perbuatan yang menjual nama Tuhan dan mencoreng moreng agama sendiri. Hal ini dengan dalih apapun adalah perbuatan jahat dan dilarang oleh setiap ajaran agama manapun.

• Berpikir terbuka bebas adalah cara berpikir yang bebas dari empat penghalang; yaitu:
1. Bebas dari kecurigaan, praduga atau dogma.
2. Bebas dari nafsu keinginan.
3. Bebas dari egoisme pribadi.
4. Bebas dari segala bentuk emosi, baik positif maupun negatif.

• Orang yang pikirannya dipengaruhi nafsu keinginan, egoisme, emosi dan kecurigaan (praduga atau dogma) dapat disamakan dengan orang yang melihat suatu benda dengan kacamata yang distorsi. Sehingga garis lurus bengkok dan warna putih terlihat abu-abu. Bila demikian halnya ia jauh dari realita.

• Bila kita menyerah sebelum tujuan kita tercapai, maka ini berarti kita telah berhenti berusaha. “seseorang yang telah berhenti berusaha tidak akan pernah sukses dan seseorang yang sukses itu tidak pernah berhenti berusaha”. Bacalah kalimat ini setiap bangun pagi dan ingat-ingatlah kalimat ini kapanpun dan dimanapun kita berada.

• Prestasi hidup yang paling dapat membanggakan adalah apabila kita mampu bangun kembali setelah mengalami suatu kegagalan . Karena kegagalan hanyalah “keberhasilan yang tertunda” saja, apabila kita tekun dan ulet menjalaninya. Orang yang mampu bangun kembali setelah mengalami suatu kegagalan adalah orang memiliki masa depan.

• Yang mengerikan pada para pemuda sekarang ini adalah ingin hidup santai, serba minta dibantu. Kalau gagal lalu jadi frustasi dan mencari kambing hitam. Karena cemas menghadapi masa depan maka “menggantungkan diri” pada orang lain, bahkan cenderung “menyalahkan” apabila merasa kurang beruntung. Pikirannya penuh khayalan tentang keinginan hidup enak. Ingatlah para pemuda “bahwa apa yang kita capai dalam hidup ini, semuanya adalah produk dari pikiran kita apabila telah harmonis dengan hati nurani kita”.

• Seseorang yang hidupnya penuh semangat, penuh dedikasi dan tulus dalam melaksanakan tugas serta selalu berpikir positif akan menikmati kehidupan yang menyenangkan dikemudian hari. Orang Jawa bilang “jer basuki mawa bae” (kebahagiaan atau kenikmatan hidup itu, dicapai melalui jerih payah dan upaya yang tekun).

• Setiap pengusaha harus menyadari kapan sesuatu itu cukup dan sadar kapan harus berhenti, karena apapun itu selalu ada batas toleransinya, Para penguasa hendaknya jangan terus menerus memaksakan ketidak adilan kepada masyarakat. Karena sifat sabar dari masyarakat yang pasrah karena takut itu ada batasannya juga. Ibarat seekor kucing, kalau di pojokan akan membela diri dengan mencakar kita dan mematikan orang yang berjiwa tikus yang tirani serta serakah.

• Kita jangan ikut -ikutan ekstrim memusuhi siapapun; “wong nyatanya untuk makan tahu tempe saja, kedelenya kita masih mengemis dari Amerika”. Itu adalah fakta !!! marilah kita “introspeksi sebagai bangsa lain, padahal kita sendiri selaku bangsa sudah tercabik-cabik, “marilah kita inward looking, dengan mau introsoeksi diri kita masing-masing”. Tidak ada yang akan menolong bangsa Indonesia dalam arti sesungguhnya kecuali kita sendiri berkecukupan, berbudi luhur dan bermartabat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: