Oleh: kendalisodo | 25 Maret 2009

RENUNGAN PENCAPAIAN KEBERHASILAN HIDUP BERKELUARGA

maudi kusnaedi• Cinta kasih tidak dapat ditukar dengan yang lain, bila kita menghendaki cinta kasih sejati, berikanlah terlebih dahulu cinta kasih kita. Mereka yang mampu mencintai dengan tulus adalah manusia yang beruntung. Jangan menutupi diri, karena kita harus member cinta kasih terlebih dahulu, sebelum kita dapat memperolehnya.

• Bukalah mata dan telinga lebar-lebar sebelum menentukan pilihan; Karena di dunia ini akan dijumpai banyak plihan. Namun janganlah menutup kesempurnaan dari pihak lain karena diri kita sendiri juga tidak sempurna.

• Suatu saran untuk para muda-mudi agar sebelum melangsungkan perkawinan, untuk memeriksa kesehatan dan rhesus darah kedua belah pihak. Jangan terbuai oleh paras yang cantik dan ganteng saja, lalu telah aman dari penularan HIV (aids) dan berbagai penyakit mematikan lainnya. Selanjutnya khusus dara yang berlainan dan toksoplasma dapat mengakibatkan kematian bayi dalam kandungan atau leukemia atau talaskemia.

• Yang sangat diingat oleh pasangan muda, adalah untuk betul-betul mempersiapkan kedatangan anak sesuai dengan kemampuan. Jadi kita harus siap materi dan mental terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mempunyai anak. Sebelum siap betul agar ditunda dulu, karena punya anak berarti bertanggung jawab jangka panjang, sampai dengan anak tersebut mampu mandiri lahir batin.

• Bagi pasangan keluarga muda saya ingin tegaskan disini; dalam membina rumah tangga bersikap selalu ramah, penuh perhatian dan kasih sayang. Jangan membiasakan diri membentak dan menggunakan nada memerintah, apalagi kasar. Jangan membiasakan memukul dan menghukum kepada anak apalagi isteri. Rezeki kalian pasti sepi dan hidup kalian pasti merana tanpa sinar kebahagiaan. Itu pasti ! Karena alam hanya memberkati keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang.

• Aliran cinta kasih apabila terlampau didominasi nafsu seks biasa berbahaya seperti ombak badai bagi perkawinan. Adalah suatu siksaan batin apabila seorang harus menderita demi memenuhi kehendak yang dicintainya, misalnya karena pasangannya menentukan persyaratan macam-macam, atau bersikap mau menang sendiri, atau tekanan dan tuntunan yang tidak masuk akal dari orang tua salah satu pihak.

• Dalam situasi sedang tegang hindarkan campur tangan pihak ketiga, karena siapapun orang ketiga itu tidak akan mampu terus-menerus menjadi perekat. Bahkan akan justru menggugah harga diri dan sikap menentang dari salah satu pihak.

• Nafsu jasmani yang berlebihan adalah sumber keretakan kehidupan perkawinan, karena tentu menyebabkan penderitaan bagi pasangan tanpa kita sadari. Alam kehidupan perkawinan berdasarkan kepada kewajaran, keseimbangan dan keserasian, bukan dominasi dari salah satu pihak harus ditaati dan dilayani oleh pihak lain.

• Kesuksesan dan kebahagian hidup rumah tangga itu di capai oleh kerja sama yang erat antara suami dan isteri dengan memiliki keteguhan hati, melalui ketekunan dan kerja keras, maka cita-cita yang telah disepakati bersama akan dapat dicapai . Coba renungkan secara objektif dan mendalam peribahasa ini : “Dibelakang setiap pria yang besar dan sukses di dunia ini , pasti ada seorang wanita yang setia dan kuat pribadinya sebagai pendamping” pasangan hidup kita- isteri merupakan “modal awal” dari sukses kehidupan kita . Jangan disia-sikan setelah merasa berhasil, karena rezeki dan kedudukan itu adalah anugerah untuk dinikmati bersama keluarga.

• Hidup perkawinan itu seharusnya menyenangkan dan romantis, namun terkadang ada kepahitan bila bermasalah. Cegalah sekuat tenaga terjadinya perceraian, karena dengan perceraian sebenarnya tidak ada satu pihakpun dimenangkan, justru anak-anak yang tidak berdosa menjadi korban. Ketahuilah bahwa menjadi anak tiri itu sesuatu yang teramat pahit.

• Hidup yang “bergantung pada uluran tangan orang lain “akan melunturkan kebanggaan dari isteri terhadap suaminya. Hidup perkawinan tidak selamanya mesra terus, apalagi bila friksi yang timbul disebabkan oleh kekurangan materi yang mendasar (pangan-sandang-papan), maka biasanya akan fatal. Menikahlah setelah mampu mandiri tanpa ketergantungan, merencanakan anak setelah siap betul papan, sandang dan pangan.
• Walaupun sedang dalam kesulitan pasanglah muka yang tersenyum pada anak, upayakan mereka agar selalu riang dan gembira dan penuh optimis menyongsong hidup sehari-hari. Adalah pantangan untuk terdengar ditelinga anak pertengkaran orang tua apalagi ucapan cerai atau ungkapan beban hidup berat karena “anak” Ingatlah bahwa orang tualah yang mengundang kehadiran anak, bukan permintaan anak agar dilahirkan.

• Jangan bersikap otoriter dengan memaksakan kehendak kepada anak-anak, karena mereka justru akan bersikap menentang. Berikanlah “suatu koridor kepada anak-anak kita” dimana mereka bisa leluasa bergerak, namun mengerti adanya batas yang tidak boleh dilanggar dan jelaskan konsekwensinya. karena kita tidak dapat menghukum mereka tanpa pergaulan yang wajar, sebaliknya kita juga mengawasi secara terus menerus.

• Apabila kita terlalu menyayangi dan penuh kekhawatiran, maka kita justru secara tidak sadar menjerumuskan, bahkan mungkin anak itu tersiksa batinnya karena kekhawatiran yang berlebihan. Percayalah kepada alam untuk ikut memeliharanya. Biarlah sianak menikmati masa kanak-kanaknya sepuas hatinya dan jangan memaksakan pencapaian target nilai disekolah, karena setiap anak ada batas kemampuannya masing-masing.

• Kasih sayang yang diberikan secara berlebihan justru akan menyesatkan dan berakhir dengan kepahitan. Apapun yang berlebihan itu tidaklah wajar lagi dan akan mendatangkan respons yang tidak terduga. Jadi kasih sayangpun harus kita berikan secara wajar, karena kehidupan ini menuntut keseimbangan yang wajar.

• Apabila ada pendapat atau friksi, hendaknya dibahas tanpa setahu anak; hendaknya kedua belah pihak berniat dan bersikap demi kebaikan dan keharmonisan keluarga. Janganlah memaksakan kehendak atau rasa benar sendiri atau menggunakan kekerasan fisik. Keharmonisan keluarga tidak bisa dibina dengan kemarahan dan bentrokan, tetapi dengan dialog yang dilandasi cinta kasih. Dengan adanya cinta kasih maka dengan sendirinya akan adanya rasa puas, bersyukur, memaafkan toleransi dan kebijaksanaan. Karena semua itu adalah produk dari cinta kasih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: