Oleh: kendalisodo | 30 Maret 2009

RENUNGAN PENCAPAIAN KEBERHASILAN HIDUP BERMASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA

sandradewi• Hendaknya kita ingin bahwa apapun yang kita miliki di dunia ini hanyalah pinjaman dari bumi semasa kita masih hidup. Siapa yang mengambil banyak harus mengembalikan lipatan kali lebih banyak. Oleh karena itu jangan lupa berbuat kebaikan dengan tulus, selama kita masih hidup, ini berarti kita masih diberi kesempatan waktu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kita dan mengumpulkan perbuatan amal kebajikan kita, untuk itu kita haru s senatiasa bersyukur kepada Tuhan YME atas rahmat dan kasihnya.

• Bila kita harus berterimakasih kepada Tuhan dan kepada lingkungan hidup kita maka sepanjang hidup kita jangan pernah menyengsarakan mahluk apun dan siapapun, karena setiap kehidupan itu milik alam. Alangkah indahnya hidup ini bila setiap orang meancintai dan melestarikan alam ini serta menjadi fegeatarian sebagai perwujutannya. Dengan jalan ini berarti kita telah memikirkan penyamanan hidup seluruh makhluk dan masa depan generasi mendatang.

• Percayalah barangsipa yang gemar merusak akan mendapatkan balasan tak terduga. Kebiasaan melakukan perbuatan baik akan menjadi pupuk, yang akan menyuburkan dan membahagiakan hidup kita. Hanya orang biadab dan penjahat yang merusak hidup yang sudah mapan. Seperti membajak pesawat penumpang unutk di tabrakan kegedung swata bertingakat dengan korban ribuan manusia yang tidak bersalah.

• Bumi ini merupakan tempat tinggal kita selam kita hidup saja. Segala sesuatu bisa berubah dan berakhir, jadi jangan berkehendak untuk memiliki semuanya untuk diri kita sendiri. Pandai-pandailah menggunakannya dan menikmatinyan tanpa fanatik hendak memiliki semuanya. Orang yang rajin memelihara tempat tinggalnya akan rajin didtangi oleh rezeaki, sehingga hidupnya senang. Sedangkan orang yang malas dan menyia-nyiakan tempat tinggalnya akan jarang rezekinya dan hidupnyapun susah. Percayalah!!!

• Menjalani hidup ini jangan serakah dan sewenang-wenang. Biasakan diri hidup sederhana dengan mengatasi segala bentuk keinginan apapun itu. Biasakan diri untuk selalu mensyukuri rezeki dalam keadan tulus. Maka hidup kita akan terasa menyenangkan dan membahagiakan. Percayalah!!

• Percayalah, apabila kita selalu mensyukuri keberadaan kita, maka rezeki dan kebahagiaan itu akan berlimpah. Alam dimana kita hidup ini selalu bersaksi, jadi janganlah munafik apalagi tidak pernah mensyukuri perolehan rezeki, karna cobaan yang pahit akan selalu mendatangi orang selalu mengeluh tidak puas.

• Khususnya bagi para remaja yang perlu diingat bahwa ”pesan pertama”, pada perjumpaan kita dengan orang yang belum kita kenal adalah penting. Jadi biasakan diri untuk selalu bersikap rendah hati dan simpatik dimanpun kita berada. Ingat bahwa “kesan pertama orang lain terhadap diri kita” adalah kunci dari pergaulan dan pergaulan yang baik akan sangat menentukan bagi keberlangsungan hidup.

• Tak ada kata “terlambat” untuk memperbaiki diri; selalu adanya niat dan kemauan yang sungguh-sungguh, maka tidak ada sesuatu yang mustahil untuk dicapai di dunia ini

• Berbagai benda diciptakan oleh yang maha kuasa, termasuk agama-ras-suku yang berbeda-beda; karena adanya perbedaan itulah letak keindahan dari alam khidupan ini.

• Setelah kita mendalami beberapa agama, ternyata tujuan dan intisari dari setiap ajaran agama itu sama, yitu:
1 Hindarilah kejahatan.
2 Tambalah amal kebajikan.
3 Sucikanlah hati dan pikiran.
Cuma bahasa dan tata cara saja yang berbeda-beda. Tidak ada satu ajaran agama manapun yang mengajarkan umatnya untuk memusuhi orang lain karena beda agamanya. Oleh karena itu jangan suka menghujat agama orang lain, apalagi pemeluknya dan merusak tempat ibadahnya.

• Orang yang menjadi budak dari kekuatan hitam akan terus-menerus diperbudak sepanjang perjalanan hidupnya. Jadi jangan sekali-kali menggadaikan alam pribadi kita yang mulia kepada kekuatan hitam, karena hal itu adalah “ menduakan Tuhan YME”

• Setiap pribadi manusia mendapat anugerah alam berupa kemulianan dan kemampuan untuk mendapatkan kebaikan dalam kehidupannya. Apabila kita mampu mengenali bakat ilmiah pribadi kita, maka kita mampu memilih bidang profesi kehidupan kita dengan benar. Semasa muda berusahalah mengenali alam pribadi, kenalilah postur tubuh, kemapuan olah pikir otak dan lingkungan hidup kita dengan baik. Sehingga masing-masing kita tau benar apa penyambung siapa dan bagaimana diri kita itu. Hal itu akan menjadi modal bagi diri kita dalam menentukan jalan hidup.

• Keberhasilan hidup seseaorang dalam masyarakat, berbangsa, dan bernegara ditentukan juga oleh kemapuan dalam menyatakan pandangannya di muka umum. Sebelum berpidato kita harus mengetahui secara tepat khalayak yang kita hadapi, agar pidato kita itu tepat sasaran dan dimengerti. Pilihlah tema yang tepat sesuai dengan para pendengarnya. Sebelum kita berpidato kita harus mempersiapkan pointer agar alur pembicaraan lancar dan teratur.

• Orang akan selalu menghargai dan berhati-hati bila berhadapan dengan orang yang tenang arif dan penuh toleransi oleh karena itu upayakan agar kita selalu menguasai diri dan tidak pernah mendramatisir suatu masalah, penuh toleransi dan melihat dunia oleh sudut pandang yang cerah.

• Hati yang tulus disertai perilaku yang ramah, adalah kunci keberhasilan dalam hubungan antara manusia. Hanya orang- orang yang terpercaya yang akan menikmati sukses, sedangkan orang yang culas dan tidak jujur akan berakhir dengan kegagalan hidup nantinya (jawa = ajining diri ono ing lati). Artinya, orang itu dihormati karena nilai kata-katanya yang bisa di percaya. Janganlah terlalu mendramatisir friksi dan perbedaan pendapat, cobalah menggantinya dengan menciptakan saling pengertian dan kehendak untuk melupakanya. Milikilah rasa percaya diri dan bersikaplah toleran, janganlah suka berwatak sulit dan hanya mau menang sendiri atau cengeng minta perhatian. Karena suatu friksi yang tidak di selesaikan secara tuntas adalah seperti api dalam sekam yang sewaktu-waktu bisa membesar dan tidak terkendali, apalagi ada penghasutnya.

• Ada dua jenis pribadi manuasia :
1. Seseorang menjadi sadar setelah mengalami penderitaan dan kepahitan. Sehingga kegagalan baginya justru menjadi cambuk untuk bangun kembali dengan suatu niat dan perhatian yang terfokus.
2. Seseorang yang sadar karena semula ia menemukan hati nuraninya, sehingga hati dan pikirannya selalu harmoni. Pribadi seperti ini pikirannya selalu sinkron dan dinamis mengikuti petunjuk hati nuraninya, sehingga tidak perlu mengalami penderitaan dan kepahitan atas hasil perbuatannya. Selanjutnya perjalanan hidupnya akan mantap dan penuh keyakinan tanpa hambatan yang berarti.

• Generasi penerus bangsa Indonesia harus memperbaiki kondisi buruk ini dengan memantapkan dedikasi kepada Negara dan bangsa, berjiwa satria dengan cara bersikap jujur dan punya rasa malu untuk berbuat yang menyeleweng. Marilah kita buang sifat feudal, sewenang-wenang, munafik, egosentris, serakah apalagi sekarang yang sedang terjadi yaitu “ sedikit-sedikit mengatasnamakan agama”. Jangan menghalalkan dengan segala cara yang kotor untuk mencapai tujuan, jangan mencari jalan pintas dengan melanggar norma kepantasan, nepotisme, berkomplot memecah belah persatuan dengan memperalat agama padahal hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok orang yang egois dan serakah saja. Bila demikian halnya, anda tidak hanya gagal dipergaulan dimasyarakat, melainkan juga gagal dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: