Oleh: kendalisodo | 23 Juni 2009

FAKTOR ” XXX”

“Apa ini sudah masanya ya…???”
Entah, hal itu merupakan pertanyaan atau pernyataan dari sebagian besar orang tua kepada kerabat dan temannya ketika melihat beberapa tragedi tawuran antar pelajar yang notabene dahulu dilakukan oleh kaum pelajar pria, tapi sekarang sudah tidak hanya pria, wanita juga. Selain tawuran pelajar, saat ini juga sudah maraknya pergaulan bebas remaja. Apa saja kira-kira penyebabnya…???

Alasan-alasan lama sudah pasti jadi penyebab yang paling sering dikumandangkan oleh masyarakat pada umumnya seperti:
1. Kurangnya pengawasan terhadap anak
2. Kurangnya pendidikan tentang sopan santun
3. Kurang tertanamnya nilai-nilai agama
4. Kurang tertanamnya nilai-nilai kebangsaan
Lalu, apa hanya itu saja?
Tentu tidak…!!! Apa anda pernah berfikir tentang adanya faktor “XXX“…???
Ya, faktor “XXX“. Tentu kebanyakan dari kita bertanya-tanya, apa sih faktor “XXX“?

Apa anda pernah tersadar kalau sesuatu yang memang kelihatan sangat sepele, tapi bisa mengakibatkan hal-hal yang cukup fatal dan secara tidak langsung bisa mengakibatkan menurunnya moralitas dan mentalitas pemuda pemudi bangsa Indonesia .
Gampangnya saja, apa kita pernah berfikir kalau tayangan di televisi bisa mempengaruhi mental dan moralitas bangsa ini? Fenomena tayangan di dunia pertelevisian di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Isinya hanya percintaan, gosip, korupsi, tawuran, pembunuhan…

Nah, sekarang apa kita sudah tersadar…??? Bagaimana akibatnya jika anak2 sekarang tidak bisa membedakan mana yang patut dijadikan contoh atau tidak.
Miris sekali, setelah saya menceritakan tentang seorang tetangga yang notabene seorang perempuan yang masih bau kencur, 17 tahun, sudah kehilangan *maaf* keperawanannya ditangan kekasihnya sendiri yang malah lebih muda usianya (16 tahun).
Bagaimana tanggapan anda? Apa menurut anda sekalian faktor “XXX” tidak berlaku? Mengingat maraknya sinetron-sinetron, acara-acara yang menayangkan kejadian yang tak sepatutnya dicontoh dan notabene fulgar dimana semua kalangan bisa melihatnya.

Tentunya faktor “XXX” dengan faktor yang sudah saya sebutkan di atas juga saling bertautan, sehingga kita bisa menjadikan hal tersebut sebagai pengalaman dan pelajaran supaya kita bisa mengantisipasi agar kejadian-kejadian negatif di kalangan pemuda pemudi Indonesia tidak terjadi lagi.
Lalu, bagaimana menurut anda…???


Responses

  1. Sugeng Sukses Mas. Kami sekalian sanget bangga kepada putera-putera speteri anda.
    Salem.

  2. salam hormat saya pada anda, saya respek pada apa yang anda miliki, sebagai seorang kesatrian yang religi dan sangat peduli dengan perkembangan sosial, tingkatkan trus spirit perjuangan semoga menjadi pimpinan bangsa masa depan. amiin

  3. lha wong orang tua sibuk dengan pekerjaan masing-masing, siapa saja dan dimana saja yang menarik akan menjadi panutan anak. disamping itu juga tidak sedikit anak yang diberi makanan tidak halal (hasil perbuatan tidak terpuji orang tuanya).
    semoga para orang tua menyadari dan memberikan makanan hala pada anak-anaknya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: