Oleh: kendalisodo | 4 September 2010

SIAPAKAH KITA

* Seorang komandan mempekerjakan bawahannya, tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka.

* Seorang komandan mengandalkan kekuasaannya, tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemauan baik.

* Seorang komandan menimbulkan ketakutan, tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih.

* Seorang komandan mengatakan AKU, tetapi seorang pemimpin mengatakan KITA.

* Seorang komandan menunjukkan siapa yang bersalah, tetapi seorang pemimpin menunjukkan apa yang salah.

* Seorang komandan tahu bagaimana sesuatu dikerjakan, tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya.

* Seorang komandan menuntut rasa hormat, tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat.

* Seorang komandan berkata, PERGI, tetapi seorang pemimpin berkata, MARI KITA PERGI.

Oleh: kendalisodo | 23 Juni 2009

FAKTOR ” XXX”

“Apa ini sudah masanya ya…???”
Entah, hal itu merupakan pertanyaan atau pernyataan dari sebagian besar orang tua kepada kerabat dan temannya ketika melihat beberapa tragedi tawuran antar pelajar yang notabene dahulu dilakukan oleh kaum pelajar pria, tapi sekarang sudah tidak hanya pria, wanita juga. Selain tawuran pelajar, saat ini juga sudah maraknya pergaulan bebas remaja. Apa saja kira-kira penyebabnya…??? Baca Lanjutannya…

Oleh: kendalisodo | 3 Mei 2009

CANTIK LAHIR BATIN

Senantiasa tampil cantik dan menawan adalah dambaan setiap insan. Berbagai perawatan dilakukan demi meraih penampilan yang diinginkan. Dari metode tradisional hingga terapi yang paling mutakhir, banyak tersedia untuk mewujudkan impian tersebut. Aktivitas ini tidak hanya dilakukan kaum Hawa. Kaum Adam memiliki kecenderungan yang sama. Fenomena pria metroseksual adalah satu bukti. Mengejar penampilan jasmani tidak disalahkan dalam agama. Selain merupakan fitrah yang manusiawi, Allah SWT pun menyenangi hambanya yang memerhatikan penampilan karena Ia Maha indah dan mencintai keindahan. Hanya saja, penampilan fisik ini bukanlah segala-galanya. Kecantikan fisik bisa memudar seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia. Maka, ada satu hal yang akan menjaga nilai kecantikan ini agar tidak pernah sirna, yaitu menghidupkan kecantikan rohani yang bersumber dari relung kesalehan hati. Baca Lanjutannya…

Oleh: kendalisodo | 3 Mei 2009

PERTEMPURAN AMBARAWA JALANNYA EMPAT HARI

Pertempuran Ambarawa berlangsung empat hari, dari 13-15 Desember 1945. Semangat juang pasukan TKR menjadi penentu kemenangan dalam melawan musuh.

Awal Pertempuran
Perjuangan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin Jenderal Soedirman pada pertengahan Desember 1945, membuat tentara sekutu terjepit dan akhirnya mundur dari Ambarawa menuju Semarang. Walaupun dihadang dengan seluruh kekuatan persenjataan modern serta kemampuan taktik dan strategi sekutu, para pejuang RI tak pernah gentar sedikitpun. Mereka melancarkan serangan dengan gigih seraya melakukan pengepungan ketat di semua penjuru kota Ambarawa. Dengan gerakan pengepungan rangkap ini sekutu benar-benar terkurung dan kewalahan. Baca Lanjutannya…

Oleh: kendalisodo | 29 April 2009

PERAN TNI DALAM MENCAPAI TUJUAN NASIONAL

pengejaran musuh

pengejaran musuh

Dalam rumusan Pembukaan UUD 1945 dinyatakan bahwa tujuan nasional bangsa Indonesia adalah melindungi segenap tanah tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia yang abadi berdasarkan keadilan sosial. Susunan hirarkis tujuan nasional tersebut menempatkan rumusan “melindungi segenap tanah tumpah darah Indonesia” pada posisi pertama, dan “ikut serta menciptakan perdamaian dunia yang abadi berdasarkan keadilan sosial” pada posisi terakhir. Jika dilihat dari kacamata ilmu negara, maka harus dijawab dengan jelas perlindungan macam apa yang dimaksud dengan rumusan ini, siapa yang melaksanakan tugas melindungi, mengapa harus melindungi dan bagaimana cara melaksanakannya;
Jika kita analisis secara jujur, keempat rumusan tujuan nasional bangsa Indonesia tersebut masing-masing memiliki otonomi dan domain tersendiri, walau harus bekerjasama dalam sebuah sistem negara. Rumusan tujuan nasional pertama, yaitu “melindungi segenap tumpah darah Indonesia” adalah otonomi dan domain sektor pendidikan negara. Rumusan tujuan nasional kedua, “memajukan kesejahteraan umum” adalah otonomi dan domain sektor ekonomi negara. Rumusan tujuan nasional ketiga, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa adalah otonomi dan domain sektor pendidikan negara. Sedangkan rumusan tujuan nasional keempat, ikut serta menciptakan perdamaian dunia yang abadi berdasarkan keadilan sosial adalah otonomi dan domain sektor hubungan antar negara. Baca Lanjutannya…

parade juang kartikaTNI Matra Laut dan Udara telah lebih dulu memiliki hari khusus untuk angkatannya. TNI Matra Darat juga perlu memiliki hari khusus sebagai ciri khasnya. Pertempuran Ambarawa yang heroistis kemudian dijadikan sebagai hari Angkatan Darat.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) terdiri atas Matra Darat, Matra Laut, dan Matra Udara. TNI Matra Laut mempunyai hari khusus yang disebut Hari Armada TNI AL yang diperingati setiap 5 Desember. Sedangkan TNI Matra Udara hari khususnya disebut Hari Bhakti TNI AU, diperingati setiap 29 Juli.
Sampai tahun 1998, TNI Matra Darat atau TNI AD belum memiliki hari khusus, kecuali hari kecabangan atau korps dalam TNI AD yang telah ada. Sedangkan hari TNI (dulu: ABRI) ditetapkan tanggal 5 Oktober. Baca Lanjutannya…

Oleh: kendalisodo | 11 April 2009

MAKNA SEBUAH SOLIDITAS TNI

Raiders_0035Kiranya tidak berlebihan bila amanat Panglima Besar (Jenderal Besar) Soedirman sebagai refleksi historis masih relevan untuk diaktualisasikan sebagai sumber motivasi TNI dalam rangka menjaga soliditasnya, yaitu : “Satunya-satunya hak milik nasional republik yang masih utuh tidak berubah-ubah, adalah hanya Angkatan Perang Republik Indonesia (TNI). Tentara akan tetap hidup sampai akhir zaman, jangan menjadi alat oleh suatu badan atau orang, tentara akan timbul dan tenggelam bersama-sama negara. Kamu sekalian harus insyaf dan senantiasa ingat, bahwa tentara kita bukan aparat yang mati, tetapi aparat yang hidup“.

Dari sesanti tersebut dapatlah kita tangkap pesan moral bahwa di dalam hidup berbangsa dan bernegara ini senantiasa ada upaya dan berbagai kelompok anak bangsa untuk melakukan manuver-manuver untuk kepentingan sempit kelompoknya dan ironisnya untuk mewujudkan cita-cita kelompoknya itu, tidak segan-segan melakukan tindakan yang tidak terpuji, memojokkan dan bahkan menghancurkan kelompok/institusi lain yang dianggap menghalangi tujuan kelompoknya dan institusi yang hingga saat ini masih kosisten terhadap perjuangan bangsa adalah TNI. Baca Lanjutannya…

Oleh: kendalisodo | 10 April 2009

FASILITAS PENDIDIKAN TARUNA AKMIL

Tempat Taruna belajar fisika

Tempat Taruna belajar fisika

Tempat Taruna Akmil belajar elektronika

Tempat Taruna Akmil belajar elektronika

Tempat Taruna Akmil menimba ilmu

Tempat Taruna Akmil menimba ilmu

Tempat menggali ilmu para Taruna Akmil

Tempat menggali ilmu para Taruna Akmil

Disinilah Taruna Akmil menggali ilmu

Disinilah Taruna Akmil menggali ilmu

Figur Taruna Akmil yang berhasil sampai puncak karir sebagai Presiden RI

Figur Taruna Akmil yang berhasil sampai puncak karir sebagai Presiden RI

Oleh: kendalisodo | 7 April 2009

MENYIKAPI UJIAN KEHIDUPAN

Lomba Hubad 2008Kehidupan Manusia
a. Manusia diciptakan Allah tak lain untuk mengabdi atau beribadah kepada-Nya. Baik ibadah dalam arti khusus (seperti shalat, zakat, puasa, haji, berdzikir, I’tikaf), maupun ibadah dalam arti umum (yaitu semua aktivitas yang tidak bertentangan dengan syari’at agama).
b. Manusia diberi akal oleh Allah agar bisa berfikir, serta diberi kemerdekaan atau kebebasan untuk memilih alternatif : yang benar atau yang salah, yang baik atau yang buruk, yang indah atau yang awutan-awutan. Itulah sebabnya manusia disebut sebagai makhluk berakal, sebaik-baik makhluk, makhluk berbudaya, makhluk beradab, makhluk sosial.
c. Manusia bisa berreka cipta dengan akalnya, dan menghasilkan kebenaran atau kekeliruan logika. Bisa beramong karsa dengan kehendaknya, dan menghasilkan kebaikan atau keburukan etika. Bisa berolah rasa dengan perasaannya dan menghasilkan keindahan atau keamburadulan estetika.
d. Oleh karenanya manusia harus bersikap hati-hati dalam memilih alternatif dan mengunakan kebebasannya itu, karena sesungguhnya Allah telah menyediakan rambu-rambu. agar manusia dapat mengendalikan kebebasannya, demi kebahagiaan hidupnya di dunia maupun di akhirat kelak. Rambu-rambu tersebut berupa perintah dan larangan Allah, yang bagi umat muslim diyakini terdapat di dalam Al-qur’an dan Al-hadist.
e. Dengan rambu-rambu itulah Allah memilah-milahkan manusia. Mana yang bertaqwa dan mana yang ingkar kepada-Nya. Mana yang akan menjadi penghuni sorga dan mana yang akan menjadi penghuni neraka. Selain itu. Allah juga menguji manusia tentang sejauh mana kadar keimanan dan ketaqwaannya. Tentang bagaimana kita seharusnya menyikapi ujian dari Allah tersebut, marilah kita simak uraian berikut. Baca Lanjutannya…

Oleh: kendalisodo | 7 April 2009

KENANGAN TERINDAH DI TARUNA AKMIL

Inilah sweeping yang paling handal...saat malam akrap taruna,apabila tidak membawa ayam pasti langsung masuk kali baben...basah deh...capek deh

Inilah sweeping yang paling handal...saat malam akrap taruna,apabila tidak membawa ayam pasti langsung masuk kali baben...basah deh...capek deh

Lagu "Akabri Darat tunas perwira ....." disambut Lagu "Gantengnya Pacarku......" ijin menambah sayur mayor taruna, ijin menambah nasi mayor taruna....taunya plak..plak disinilah kali pertama mengenal bubur akademi,krupuk akademi dll

Lagu "Akabri Darat tunas perwira ....." disambut Lagu "Gantengnya Pacarku......" ijin menambah sayur mayor taruna, ijin menambah nasi mayor taruna....taunya plak..plak disinilah kali pertama mengenal bubur akademi,krupuk akademi dll

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.